Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri

Korps PMII Putri
Rayon Mahbub Djunaidi

Mewujudkan kepemimpinan perempuan yang berintegritas, kompetitif, dan berakidah Aswaja.

Keadilan & Kesetaraan Gender

KOPRI PMII adalah Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri, sebuah badan semi otonom dari PMII yang fokus pada pengembangan kapasitas kader perempuan dengan semangat keadilan dan kesetaraan gender.

KOPRI hadir untuk membentuk kader perempuan yang bukan hanya berdaya secara intelektual, namun juga menjunjung tinggi nilai etika dan keindahan berpikir, berbicara, serta bertindak.

Di tingkat basis, KOPRI Rayon Mahbub Djunaidi terus konsisten mengawal ruang kaderisasi khusus putri guna melahirkan srikandi-srikandi pergerakan yang progresif dan tangguh.

Hari Lahir KOPRI Nasional
25 November
Tahun 1967
Status Organisasi
Badan Semi Otonom PMII
Landasan Ideologi
Aswaja an-Nahdliyah
Prinsip Kader
Beauty, Brain, Behavior

Sejarah Perjuangan KOPRI

Tujuh tahun setelah berdirinya PMII, KOPRI lahir sebagai respons strategis atas kebutuhan ruang gerak dan kepemimpinan kader putri.

25 November 1967

Deklarasi Kelahiran KOPRI

KOPRI didirikan sebagai wadah resmi perjuangan mahasiswa putri PMII untuk menyuarakan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

Transformasi Intelektual

Pengembangan Kapasitas Kader

Fokus perjuangan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, literasi, serta penguatan mental kepemimpinan perempuan muda Islam.

Gerakan Sosial & Keadilan

Advokasi & Kesetaraan Gender

KOPRI aktif mengampanyekan keadilan gender, perlindungan hak perempuan, serta ambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Kader Berdaya Global

Eksistensi Era Digital

KOPRI Rayon Mahbub Djunaidi terus beradaptasi mencetak kader perempuan yang mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global.

KOPRI Mahbub Djunaidi

Beauty, Brain, & Behavior

Kami meyakini bahwa srikandi KOPRI harus tampil paripurna melalui konsep tri-pilar karakter: Beauty (keanggunan dan estetika kepribadian), Brain (kedalaman nalar dan intelektualitas), serta Behavior (akhlak mulia dan etika sosial).

Melalui prinsip ini, kader KOPRI dipersiapkan untuk mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri, berdaya bersama organisasi, dan memiliki daya saing global.

"Kader KOPRI mampu berdaya di atas kaki sendiri, berdaya bersama KOPRI, dan berdaya saing global."